RELA BERBAGI, IKHLAS MEMBERI DEMI MEWUJUDKAN ILMU YANG BERMANFAAT UNTUK PROVINSI KEPRI KHUSUSNYA...

Sabtu, 11 Mei 2013

PEDALAMAN MATERI


PEDALAMAN MATERI

Hari Kedua        : Minggu , 5 Mei 2013
Pukul                   : 08.00 – 12.00
Acara                   : SKL UN 2012/2013
Nara Sumber   : Widyaswara Matematika LPMP Jawa Barat “ Bapak Husein Siregar”
                               HP.  081573314604 email: siregarhusein@yahoo.com
Isi Materi           :
Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan mengembangkan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrit.  Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini.
Adapun Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1.       Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah
2.       Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan  matematika
3.       Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh
4.       Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah
5.       Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

Mata pelajaran Matematika pada satuan pendidikan SMA/MA meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1.  Logika
2.  Aljabar
3.  Geometri
4.  Trigonometri
5.  Kalkulus
6.   Statistika dan Peluang.
Untuk lebih jelasnya silahkan buka:
1.       File Matematika:
a.       Bse Matematika SMA/MA/K
b.      Matematika+Flash
2.       File Sofware Matematika:
a.       Web quiz dan Bacground
b.      Geogebra
c.       Autograph

Tanjungpinang, 5 mei 2013
Penulis

H154M

ANALISIS SKL

ANALISIS SKL
Hari Kedua        : Sabtu , 4 Mei 2013
Pukul                   : 11.15 – 17.30
Acara                   : SKL
Nara Sumber   : Widyaswara Matematika LPMP Jawa Barat “ Bapak Husein Siregar”
                               HP.  081573314604 email: siregarhusein@yahoo.com
Isi Materi           :
Standar Kompetensi Lulusan (SKL) adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan (Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun  2005  Bab I Pasal 1 butir 4). Maksudnya SKL sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi standar kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan menengah, standar kompetensi lulusan minimal kelompok mata pelajaran, dan standar kompetensi lulusan  minimal mata pelajaran (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006, pasal 1 ayat 2);
Ruang lingkup kajian analisis SKL mencakup: a. Analisis SKL Satuan Pendidikan, dengan fokus kajian pada keterkaitan SKL satuan  pendidikan dengan SKL Kelompok Mata Pelajaran dan SKL Mata Pelajaran,  b. Analisis SKL kelompok mata pelajaran, dengan fokus kajian pada keterkaitan Kelompok Mata Pelajaran dengan aspek dan bentuk penilaiannya, c. Analisis SKL mata pelajaran, dengan fokus kajian pada analisis substansi Ranah, Tingkat kompetensi, Materi, dan penjabaran pada KD di SI.
Contoh Hasil Analisis SKL Kelompok Mata Pelajaran:
CONTOH DAFTAR KATA KERJA OPERASIONAL RANAH KOGNITIF
CONTOH DAFTAR KATA KERJA OPERASIONAL RANAH PSIKOMOTOR
CONTOH DAFTAR KATA KERJA OPERASIONAL RANAH AFEKTIF

Untuk lebih jelasnya silahkan buka:
1.       File SKL
2.       Analisis SKL
3.       Juknis SKL
Tanjungpinang, 4 mei 2013
Penulis
                      H154M

ANALISIS STANDAR PENILAIAN

ANALISIS STANDAR PENILAIAN
Hari Kedua        : Sabtu , 4 Mei 2013
Pukul                   : 08.00 – 11.15
Acara                   : Standar Penilaian
Nara Sumber   : Widyaswara Matematika LPMP Jawa Barat “ Bapak Husein Siregar”
                               HP.  081573314604 email: siregarhusein@yahoo.com
Isi Materi           :
Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik, Penilaian hasil belajar peserta didik dilaksanakan berdasarkan standar penilaian pendidikan yang berlaku secara nasional, dan Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.
Ada Sembilan kegiatan penilaian yang dillakukan oleh para pendidik yaitu:


Prosedur penilaian meliputi:  .
1.       Perancangan strategi penilaian oleh pendidik dilakukan pada saat penyusunan silabus yang penjabarannya merupakan bagian dari rencana peiaksanaan pembelajaran (RPP).
2.       Ulangan tengah semester, ulangan akhir semester,  dan ulangan kenaikan  kelas dilakukan oleh pendidik di bawah koordinasi satuan pendidikan
3.       Penilaian akhir hasil belajar oleh satuan pendidikan untuk kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan ditentukan melalui rapat dewan pendidik berdasarkan hasil penilaian oleh pendidik.
4.       Penilaian akhir hasil belajar peserta didik kelompok  mata pelajaran agama dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan oleh satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik berdasarkan hasil penilaian oieh pendidik dengan mempertimbangkan hasil ujian sekolah/madrasah
5.       Kegiatan Ujian Sekolah/Madrasah dilakukan dengan langkah-langkah :
6.       Penilaian akhlak mulia yang merupakan aspek afektif dari kelompok mata  pelajaran agama dan akhlak mulia, dilakukan oleh guru agama dengan memanfaatkan informasi dari pendidik mata pelajaran lain dan sumber lain yang relevan
 7.       Penilaian kepribadian adalah bagian dari penilaian kelompok mata pelajaran  kewarganegaraan dan kepribadian oleh guru pendidikan kewarganegaraan dengan memanfaatkan informasi dari pendidik mata pelajaran lain dan sumber lain yang relevan
8.       Penilaian mata pelajaran muatan lokal mengikuti penilaian kelompok mata pelajaran yang relevan
9.       Keikutsertaan peserta didik dalam kegiatan pengembangan diri dibuktikan dengan surat keterangan yang ditanda-tangani oleh pembina kegiatan dan kepala sekolah/madrasah
Untuk lebih jelasnya silahkan buka:
Tanjungpinang, 4 mei 2013
Penulis
                      H154M

ANALISIS STANDAR PROSES



ANALISIS STANDAR PROSES
Hari Kedua        : Jum’at , 3 Mei 2013
Pukul                   : 08.00 – 14.15
Acara                   : Standar Proses
Nara Sumber   : Widyaswara Matematika LPMP Jawa Barat “ Bapak Husein Siregar”
                               HP.  081573314604 email: siregarhusein@yahoo.com
Isi Materi           :
Pendahuluan tentang fakta pendidikan sekarang bahwa anak kemampuan lebih/ atas belum terlayani. Hal ini seringkali kegiatan pengayaan masih minim di sekolah-sekolah sehingga anak-anak yang excellent cenderung melakukan penyimpangan-penyimpangan karena keegoisannya.
Dasar standar proses yaitu permendiknas no. 41 tahun 2007, dengan menggunakan prinsip bahwa Pendidikan diselenggarakan proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Sedangkan implikasinya Pergeseran paradigma proses pendidikan, yaitu dari paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran.
Dalam pelaksanaannya, pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah/ madrasah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Pusat Kegiatan Guru (PKG) dan Dinas Pendidikan walaupun pada kenyataannya untuk pelajaran matematika: tingkat perkembangannya rendah.
Pengembangan silabus: pada SD dan SMP, disusun di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan, tingkat SMA dan SMK: disusun di bawah supervisi Dinas provinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan namun tingkat MI, MTs, MA, dan MAK: disusun di bawah supervisi Departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama.
Beban kerja minimal guru:  A. Beban kerja guru mencakup kegiatan-kegiatan pokok: (1) merencanakan pembelajaran, (2) melaksanakan pembelajaran, (3) menilai hasil pembelajaran, (4) membimbing dan melatih peserta didik, serta (5) melaksanakan tugas tambahan; B. Beban kerja adalah se kurang-kurang nya 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu, yang terdapat pro-kontra karena pegawai negeri jam wajibnya 37 jam/minggu. Namun diberikan solusi sisa jam guru untuk mengerjakan administrasi.
Untuk lebih jelasnya silahkan buka:
1.       File standar proses
2.       Analisis standar proses
3.       Juknis standar proses
Tanjungpinang, 3 mei 2013
Penulis
                       H154M

PKG DAN PKB GURU

PKG DAN PKB GURU
Hari Kedua        : Kamis , 2 Mei 2013
Pukul                   : 14.15 – 17.30
Acara                   : PKG(Penilaian Kinerja Guru) dan PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan)
Nara Sumber   : Widyaswara Matematika LPMP Jawa Barat “ Bapak Husein Siregar”
                               HP.  081573314604
Isi Materi           :
Tujuan Penilaian kinerja yang tertuang dalam permenneg PAN & RB No. 16 / 2009 yaitu PKG merupakan penilaian tiap butir kegiatan tugas utama guru dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya.
PK guru menjamin bahwa guru melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan professional dan memberikan pelayanan yang berkualitas. Hal ini, sesuai dengan poin penilaian dari 14 dimensi tugas utama guru yang dinilai melalui PKG adalah sebagai berikut:
A.      PERENCANAAN PEMBELAJARAN (4 point)
B.      PELAKSANAAN PEMBELAJARAN YANG AKTIF DAN EFEKTIF (7 point)
C.      PENILAIAN PEMBELAJARAN (3 point)
Penilai PK Guru yaitu kepala sekolah atau senior (guru pembimbing) yang kompeten, telah mengikuti pelatihan penilaian dan ditunjuk Oleh kepala sekolah. Sedangkan posisi pengawas sebagai supervisor penilaian di sekolah yang ditunjuk.
PK guru menilai suatu kompetensi guru yaitu pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.  Nilai-nilai tersebut dikonversikan ke skala 0 -100 dengan cara:

Kriteria:  91 – 100                Amat Baik            125%
                  76 – 90                  Baik                        100%
                  61 – 75                  cukup                    75%
                  51 – 60                  sedang                 50%
                  ≤50                         kurang                  25%
Sedangkan kebutuhan angka kredit IIIb ke IIIc atau ke atasnya.

Untuk lebih jelasnya silahkan buka:
1.       File PKG & PKB
2.       Instrumen PKG & PKB
Tanjungpinang, 2 mei 2013
Penulis 
 
H154M

SOSIALISASI KURIKULUM 2013



SOSIALISASI KURIKULUM 2013
Hari Kedua        : Kamis , 2 Mei 2013
Pukul                   : 08.00 – 14.15
Acara                   : Sosialisasi Kurikulum 2013
Nara Sumber   : Widyaswara Matematika LPMP Jawa Barat “ Bapak Husein Siregar”
                               HP.  081573314604
Isi Materi           :
Pendahuluan tentang guru matematika harus sabar.  Kita sebagai guru logikanya sudah mengalami / melalui SD SMP SMA/MA, sedangkan siswa baru sekarang mengalami masa SMA jadi tidak ada  alasan untuk guru tidak bersabar. Latar belakang kurikulum 2013 antara lain hampir semua siswa Indonesia hanya menguasai level 3 bahkan lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah  jauh dibanding Taiwan yang 50% mencapai level tiggi. Ada temuan di lapangan bahwa beberapa sekolah sering melakukan kecurangan demi mendapat predikat baik sekolahnya, lebih baik dari pada mendahulukan kemampuan siswa pada kenyataannya.
Model soal yang yang dibagi berdasarkan TIMSS (Trends in International Mathematic and Science) dan PIRLS (Progress in International Reading Literacy Study) adalah sebagai berikut:
1.       Low mengukur kemampuan sampai level knowing (pengetahuan).
2.       Intermediete  mengukur kemampuan samapai level applying (aplikasi).
3.       High mengukur kemampuan samapai level reasoning (alas an/sebab akibat).
4.       Advance mengukur kemampuan samapai level reasoning with incomplete information.
Banyak materi TIMSS matematika tidak termasuk dalam kurikulum matematika yang lama, dengan kata lain siswa telah diajar TIMSS adalah rendah. Setelah dievaluasi ternyata ada beberapa materi essensial belum diajarkan / belum masuk kurikulum yang lama.
Ada beberapa solusi yang tersedia pada kurikulum 2013 yaitu:
a.       Evaluasi ruang lingkup materi seperti meniadakan materi yang kurang essensial Tanjungpinang, 2 mei 2013 /tidak relevan, mempertahankan materi yang sesuai dengan kebutuhan siswa, dan menambahkan materi yang diaanggap penting dalam perbandingan internasional.
b.      Evaluasi ulang kedalaman materi sesuai dengan tuntutan perbandingan internasional (s/d reasoning)
c.       Menyusun kompetensi dasar yang sesuia dengan materi yang dibutuhkan.
Pendapat ahli antara lain Dyers, JH al (2011) Innovato DNA menyatakan bahwa 2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melalui pendidikan, 1/3 sisanya berasal dari genetik. Sharp, C . 2004. Guru dapat membuat peserta didik berani berprilaku kreatif.
Pada akhirnya pada kurikulum 2013 menginginkan siswa kreatif, inovatif dan produktif. Di samping itu, Kata Kunci keberhasilan hidup manusia agar tetap terbebas/terhindar dari perbuatan keji dan mungkar adalah ingat Allah (ingat sang penciptanya). Demikian pula halnya dalam membangun karakter manusia tetap kuncinya adalah ingat Allah (ingat sang penciptanya) seperti  yang diutarakan kawan guru kita .
Untuk lebih jelasnya silahkan buka:
Tanjungpinang, 2 mei 2013
Penulis
                       H154M

PEMBUKAAN PELATIHAN

PELATIHAN TOT TUTOR MGMP UJIAN NASIONAL TINGKAT SLTP DAN SLTA SE- PROVINSI KEPULAUAN RIAU
Hari Pertama    : Rabu , 2 Mei 2013
Pukul                   : 08.00 - selesai
Acara                   : Pembukaan Acara
Nara Sumber   : Bapak Kepala Dinas Provinsi Kepulauan Riau “Bapak Yatim Mustofa “
Isi Materi           :
Pendahuluan tentang selayang pandang provinsi kepulauan Riau yang terdiri dari 4 Kabupaten (Bintan, Karimun, Lingga, dan Natuna) dan 2 Kota (Batam dan Tanjungpinang). Provinsi kepulauan Riau terdiri dari 90% lautan dan 10% daratan.  Kita sebagai guru ibarat filosofi pohon pisang yaitu sebelum berbuah tidak akan mati, bahkan walaupun ditebang dia akan tumbuh tunas-tunas baru. Tujuan pelatihan ini pada hakikatnya mengajak, mendorong guru untuk berkinerja dengan hati (doing by heart), tidak hanya mengajar tapi mendidik.
Tanjungpinang, 1 mei 2013
Penulis
H154M